Angan-angan

Saya kadang berpikir mengapa banyak orang yang hanya mengandalkan gosip untuk mencari fakta dari suatu masalah?
Semakin saya berpikir, kadang saya juga hanyut dalam lautan gosip tersebut. Ikut tenggelam merasakan asiknya menggosipkan orang-orang yang belum tentu saya benar-benar kenal.
Namun, saya menjadi marah ketika topik bahasan topik tersebut berubah menjadi “SAYA”. Ya, saya tidak suka digosipkan. Setiap orang jika punya pilihan pasti memilih untuk tidak digosipkan melainkan menggosipkan. Ah, saya sering berpikir, sangat payah orang-orang yang berpikir tentang hal tersebut. Sekali lagi, hukum tabur tuai akan selalu berlaku dalam kehidupan ini. Jadi, kalau mereka memilih untuk menggosipkan seseorang, mereka juga harus siap untuk digosipkan. Dan saya mungkin saja termasuk ke dalam golongan orang-orang yang payah itu. Tapi untungnya, itu hanya sesekali saja.
Dari dulu, saya tidak suka ikut berkumpul dalam golongan orang-orang payah itu. Memang, sesekali saya ikut dalam komunitas gossipper di perkumpulan kutub selatan. Tapi, saya cenderung untuk mencari suatu kebenaran bukan hanya dari gosip se-mata, dua mata, tiga mata, atau seratus mata. Saya juga mencari kebenaran dari si Kutub Utara, yakni korban yang menjadi sasaran anggota Kutub Selatan itu.
Kadang, gosip tersebut ada yang benarnya juga dan membuat saya manggut-manggut sambil tersenyum aneh “Kok bisa begitu??”
Kenyataan yang bisa melenceng 180 derajat tanpa bujur dari pemikiran pribadi. Suatu yang tidak dapat ditepis dari dunia nyata melainkan harus merasuk masuk ke dalam dunia angan-angan. Ya, kadang gosip tersebut ikut meracuni pikiran orang-orang waras yang hidup di dunia nyata. Seperti suatu cerita tentang air sungai yang apabila airnya diminum maka bisa membuat siapapun yang meminumnya menjadi gila. Orang yang waras yang tidak meminumnya akan disangka oleh orang-orang gila tersebut aneh. Hmmmmm
Ya, begitulah hidup. Jadi, siapa yang bisa bertahan hidup untuk tetap idealis terhadap pandangan hidup mereka sendiri dan tidak ikut berbaur dengan ajaran-ajaran tidak waras dari orang-orang Kutub Selatan itu??

Jakarta, 24 Januari 2012
*Ketika saya duduk di dunia nyata memikirkan angan-angan

I Live in My Fairytale World

Kadang saya merasa dunia ini sungguh membosankan. Semua yang saya lakukan hanyalah perputaran dari roda rutinitas. Saya menjadi membenci dunia ini. Tapi, di saat saya sedang membenci dunia ini, yang bisa saya lakukan hanyalah pergi untuk refreshing. Dan itu berarti, saya membenci dunia tapi ini menyenangkan diri juga di dunia ini. Kalau saya perhatikan, sepertinya usaha yang saya lakukan semua ini (bekerja dan usaha) hanya merupakan rutinitas untuk menyenangkan dunia ini. Tapi, lagi-lagi, bahkan ketika saya menulis blog ini, saya menjadi sedih, karena sebenarnya yang saya lakukan untuk dunia ini adalah sesuatu yang terdapat di Kolose 3:23. :( Lagi-lagi saya mencaci maki dunia yang saya jalani ini. Begitu menyebalkan dan membosankan. :( Saya ingin hidup di dunia saya sendiri. Salah seorang teman saya pernah menegur saya dan berkata, “Lo kayaknya cocok hidup di negeri dongeng ya. Yang ada kerajaan, pangeran, putri salju, peri-peri, semuanya warnanya pink.” :D Tapi, kalau dibayangkan, memang itulah dunia yang saya mau. Pasti akan sangat menyenangkan.

I wish I live in my fairytale world! Tanpa perlu merasakan sedih, setiap hari bisa tertawa gembira, tidak perlu susah payah bekerja, sendiri tanpa merasa sendiri, dan bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama orang-orang yang saya cintai. Tapi, lagi-lagi semua itu cuma mimpikah?? Mungkinkah saya bisa tinggal di dunia dongeng saya itu sendiri??

Ah, semua itu hanyalah khayalan belaka. :(

Takut dan Cemas yang Membuahkan Hasil

Saya merasa bahwa saya adalah salah satu contoh orang yang tidak dapat mengatur stress dengan baik. Saya terlalu khawatir dan panik akan segala sesuatu. Ada baiknya juga sih hal ini terjadi pada diri saya. Saya menjadi seseorang yang benar-benar merencanakan masa depan. Dan sikap merencanakan masa depan ini berdampak baik bagi diri saya.

Contoh sederhana saja, ketika saya memasuki semester 6 awal kuliah, saya mulai stress memikirkan tempat magang. Pikir saya waktu itu, pasti susah bagi mencari tempat magang yang bagus apalagi kalau saya tidak ada koneksi. Saya mulai mencemaskan hal ini. Apalagi, pada saat itu, saya benar-benar tidak ada gambaran tempat magang apakah yang bersedia menerima saya. Beruntunglah saya pada saat akhir semester 6, memiliki saudara yang tempat kerjanya membutuhkan tempat magang.Tapi, hal naas terjadi, karena suatu bencana akhrinya saya tidak jadi magang di situ. Saya mulai cemas lagi (padahal saat itu, teman-teman saya sedang sibuk memikirkan akan liburan ke manakah untuk menghabiskan 3 bulan liburan semester akhir) memikirkan tempat magang yang lain. Tapi, untung saja TUHAN masih baik sama saya. Selesai mengirimkan lamaran magang, keesokan harinya, saya disuruh interview dan keesokan harinya sudah boleh memulai magang. Hmmm, bisa jadi dibilang nyolong start magang sih. Hehe Tapi, lagi-lagi saya cemas. Ternyata, teman-teman saya yang belum magang bisa menyelesaikan Proposal Skripsi dengan cepat. Mereka bisa bimbingan ke dosen pembimbing kapanpun. Sedangkan, saya agak terhambat dengan waktu magang saya. Proposal harus dikumpulkan pada bulan Oktober 2009, sedangkan saya baru akan selesai pada Oktober 2009. Saya mulai cemas. Akhirnya, saya mulai mengejar-ngejar dosen pembimbing yang sepertinya mulai lupa keberadaan saya sebagai Mahasiswi bimbingannya. :( Tapi, lagi-lagi TUHAN masih baik sama saya. DIA memberikan segala sesuatu indah pada waktunya. Proposal skripsi dan laporan magang saya bisa selesai pada saat yang bersamaan (Oktober 2009). Padahal, waktu itu, laporan magang baru boleh/ bisa dikumpulkan pada bulan Februari 2010. Tapi, sayangnya, karena saya mengumpulkan proposal skripsi paling telat, akhirnya, saya baru mendapatkan jadwal sidang proposal pada bulan Januari 2010, sedangkan teman-teman saya sudah selesai sidang proposal pada bulan November-Desember 2009. :( Saya mulai sangat cemas. Pikir saya waktu itu, masa’ saya ketinggalan jauh dengan teman-teman saya?? Memang sih pada waktu itu, beberapa teman-teman saya ada yang belum mendapatkan tempat magang atau menyelesaikan magangnya. Tapi, bagi saya, mendapatkan jadwal sidang proposal paling akhir merupakan suatu bencana. :( Setelah selesai sidang proposal, saya mulai merevisi kekurangan-kekurangan proposal skripsi saya. Pada saat itu, saya melihat teman-teman saya sudah selesai revisi dan tinggal menunggu perintah selanjutnya dari dosen pembimbing mereka masing-masing untuk melanjutkan bab 4. :( Saya semakin sedih dan cemas. Akhirnya, setelah selesai merevisi proposal skripsi, tanpa sepengetahuan dosen pembimbing saya, saya melanjutkan bab 4 saya. Dan, ketika bertemu pertama kali dengan dosen pembimbing saya (setelah revisi proposal skripsi rampung), saya sudah mengumpulkan bab 4 saya. Dosen pembimbing saya terkejut. Dan saya pun sudah mulai tidak cemas karena saya tidak mau tahu keberadaan teman-teman saya apakah mereka sudah menyelesaikan skripsi atau bahkan sudah mau mendaftar sidang skripsi. Tiap hari (Senin-Jum’at) dalam 1 bulan, saya selalu mendesak dosen pembimbing saya untuk memeriksa skripsi saya. Dan, dalam 1 bulan, saya berhasil menyelesaikan bab 4 dan bab 5. Sebenarnya, saya cepat meyelesaikan skripsi saya, itu juga karena saya ingin cepat-cepat menikmati dunia kerja. Akhirnya, saya tutup buku ajaib pada bulan Maret 2010 seiring dengan diterimanya saya bekerja di salah satu perusahaan dengan referensi dari mantan manajer di tempat magang saya terdahulu. Namun, beberapa bulan bekerja, saya diterima lagi di perusahaan lain. Itu pun cuma beberapa bulan. Dan, di bulan berikutnya, saya bekerja di tempat magang saya yang dahulu karena rekrutmen dari mantan manajer saya yang dahulu. Pada bulan April 2010, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti sidang skripsi. Dan ternyata pada 13 Mei 2010, PUJI TUHAN, saya berhasil menjadi orang pertama yang mendapatkan title S.I.Kom di angkatan saya.

Ternyata kecemasan saya membuahkan hasil. Rencana yang saya buat untuk mengejar cita-cita saya benar-benar terwujud.

Tertawa

Coba tebak apakah yang akan kalian rasakan apabila tertawa? Tertawa merupakan suatu kegiatan yang relax dan lepas. :D
Haha, saya paling suka melihat foto-foto yang diambil secara candid. Apalagi kalau foto itu diambil pada saat seseorang atau beberapa orang yang ada di dalam foto tersebut sedang tertawa. :) Bahagia sekali rasanya.

Ngomong-ngomong dengan tertawa, saya jadi inget tentang nasihat dari Pendeta saya waktu saya sedang mengikuti kelas Katekisasi. Pendeta itu sering membuat lelucon agar kami tidak bosan mengikuti kelas katekisasi. :) Pada saat Beliau melontarkan sebuah lelucon, kami tertawa kecil (ditahan-tahan). Akhirnya, Pendeta tersebut angkat bicara, “Kalau kalian mau tertawa, tertawa aja. Tertawa lepas aja, nggak usah peduli gigi kalian jelek atau tidak.” Hahaha Sejak saat itu, kami tidak ragu-ragu tertawa lepas pada saat Pendeta melontarkan lelucon di kelas Katekisasi kami. :D

Mungkin sebagian orang pernah membaca beberapa kutipan tentang tertawa, seperti:
Tertawa namun dalam hati menangis. :( Atau,
Tertawa tapi tertawa sinis (dengan maksud untuk mencela/ menghina seseorang). Hmmmm Ckckckck
Tapi, menurut saya pribadi, tertawa yang seperti itu, belum bisa disebut tertawa. :) Tertawa yang dimaksud dalam kutipan-kutipan di atas sebenarnya hanya sebuah kepura-puraan dalam arti tertawa yang sebenarnya.
Intinya sih simple. Seperti kata WARKOP DKI. “Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.” :D

Jakarta, 20 Juli 2011
-MargeSachiko-

BANDUNG

Continue reading

Kenyataan di Dalam Sebuah Cerpen

Siang itu, saya berjalan menyusuri tepi kolam renang. Tapi bukan ke kolam itu tujuan saya melainkan ke WC yang ada di area kolam renang. Rasa jenuh menyelimuti perasaan dalam diri saya saat itu. Sebelum masuk ke WC, saya melirik sebentar ke arah kolam renang. Tampak seseorang sedang asyiknya berenang di bawah selimut teriknya sinar matahari. Sepertinya, orang itu tentu bukan orang Indonesia yang gemar berjemur di bawah teriknya matahari di negara beriklim tropis. Tampak juga seorang Lifeguard mengikuti ke mana saja perenang tadi berenang. Pikirku, “Apakah orang ini tidak bisa berenang sampai-sampai harus diikuti??” :D Unik juga pemandangan siang itu. Dan aku pun tertawa dalam hati kecilku. Ketika sedang menikmati pemandangan yang menurutku sedikit lucu itu, aku pun terkejut melihat angin puyuh kecil yang tiba-tiba menyapa di depanku. Angin puyuh itu menyapaku dengan sapaan “manisnya” dan berlalu begitu saja.

Ada sedikit rasa trauma di dalam diriku apabila melihat angin lewat di depanku. Besar maupun kecil, bagiku sama saja jahatnya. Aku teringat akan angin puyuh kecil yang setiap hari lewat di tempat kerjaku dan semakin hari bertambah besar dan berubah menjadi angin badai besar yang jahat, yang merusak, dan merebut kursi kesayanganku itu. :( Sedih rasanya apabila aku mengingat-ingat kembali kejadian itu. Tapi, biarlah itu berlalu, dibawa angin macam apapun itu, agar ingatanku akan kejadian itu pun cepat berlalu.

Angin puyuh kecil yang menyapaku di dekat tepi kolam, tepat di depan WC kolam renang itu sebenarnya dulu adalah angin yang baik yang pernah aku lihat. Dulu, angin itu merupakan angin segar yang menyegarkan tempat kerjaku ketika aku sedang suntuk duduk di kursi kesayanganku. Tapi, ntah kenapa, sepertinya angin badai itu mengajak angin puyuh kecil itu untuk berkawan dengannya sehingga menjadi angin besar yang jahat yang biasa menghancurkan apa saja.

Aku masuk ke dalam ruangan WC, kucuci tanganku, dan rasanya sangat ingin kucuci pikiranku untuk mengakhiri semua yang pernah aku rasakan semenjak datangnya angin badai itu.

Dan inilah yang disebut “Kenyataan di Dalam Sebuah Cerpen.”

Tempat Duduk

Siapa sangka tempat yang kamu duduki sekarang akan menjadi tempat duduk orang lain? Dan siapa sangka tempat yang orang lain duduki sekarang akan menjadi tempat dudukmu di kemudian hari?

Saya merupakan tipe pemerhati orang-orang di sekitar saya. Kelihatannya saja saya tidak peduli, padahal, diam-diam saya suka memperhatikan tingkah laku mereka, gerak-gerik mereka, dan sikap mereka. Mungkin kalau saya disuruh memerankan acting salah satu dari mereka, saya lah yang terbaik memerankannya. :D Dan saya pun senang sekali memperhatikan tempat duduk mereka.

Suatu saat saya memasuki sebuah ruangan kerja yang letaknya berdampingan dengan tempat kerja saya. Namun kali ini saya tidak begitu tertarik memperhatikan tempat duduknya. Mungkin apa karena saya terlalu menyepelekan tempat duduk itu. Suatu saat itu menjadi kebiasaan setiap hari. Yup, setiap hari saya memasuki ruangan itu tapi sama sekali saya mengacuhkan keberadaan tempat duduk itu. Tidak bisa dipungkiri, terkadang, saya melirik sebentar ke arah tempat duduk itu. Namun, hanya sepintas tanpa ada rasa tertarik.

Saya sungguh-sungguh menikmati tempat duduk saya ketika itu. Empuk, nyaman, enak, dan saya rasa, saya beruntung di usia saya sekarang ini bisa mendapatkan tempat duduk seperti itu. Setiap pagi, saya merapikan bantal yang sengaja saya taruh di belakang tempat duduk saya itu dan menaruh sedikit cemilan untuk menahan rasa lapar saya hingga jam 2 siang.

Namun, keadaan tiba-tiba berubah. Angin badai itu tiba-tiba saja datang dan menghancurkan tempat duduk yang sudah hampir 1 tahun aku duduki itu. Angin badai yang sangat jahat itu, memporak porandakan juga meja kerjaku, dinding-dinding di sekitarku, bahkan ruangan kecil yang paling dalam yang miliki. Angin badai itu juga berhasil membuatku terduduk diam di tempat duduk yang pernah kuabaikan setiap hari itu.

Kejadian itu membuatku sangat kaget dan sakit. Alangkah sangat menyakitkannya apabila sesuatu yang kita sukai direbut oleh sesuatu. Seiring dengan berjalannya waktu, tempat duduk yang pernah aku duduki itu mulai kembali dijahit, dirapikan, dipoles kembali, dan ditata di tempat lain yang lebih bagus. Namun sayang, aku tidak lagi mendapat kesempatan untuk menduduki tempat duduk itu. Aku hanya bisa memandangi bangku kesayanganku itu dipakai oleh lain.

Keadaan berubah total. Untung saja keberuntungan masih mau menyapaku meskipun tempat duduk itu tidak lagi menjadi milikku. Aku juga kembali disadarkan akan keadaan dan waktu.

Sikap Hidup

Pagi ini, saya bangun lebih cepat daripada biasanya. Beda 1 jam saja sih dari biasanya tapi itu sangat berdampak dalam diri saya hari ini. Bagaimana tidak, yang harusnya saya tidur 7 jam hari ini menjadi 6 jam. °ĉќ…°ĉќ…°ĉќ… Belum lagi, sikap buru-buru saya hari ini, membuat saya melupakan kegiatan renungan pagi yang sudah menjadi kebiasaan saya setiap paginya.

Alhasil, jam 6 pun saya tiba di kantor dan kantor masih dipenuhi oleh petugas masak (aka Koki).
Di tengah rasa kantuk saya, sambil makan kue-kue kecil yang saya beli dari Ibu-ibu yang selalu memaksa saya untuk membeli kue buatannya, akhirnya, saya memutuskan untuk duduk menyendiri di pojok loker sambil membuka aplikasi Renungan Alkitab pada smartphone saya. Saya butuh suasana yang tenang agar saya bisa berdoa, tanpa ada orang yang mengganggu saya. Dan untuk mendapatkan suasana seperti itu, lagi-lagi saya memasangkan headset smartphone pada kedua telinga saya sambil mendengarkan MP3.

Pagi ini, saya berhasil membaca 2 hal dalam Alkitab, yaitu hal mengenai orang Yahudi dan tentang kasih.

Dari kedua hal tersebut, saya bisa menarik kesimpulan yang bisa saya jadikan pedoman dalam kehidupan saya mulai hari ini.

Roma 2:21-23:
21. Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: ” Jangan mencuri, mengapa engkau sendiri mencuri
22 Engkau yang berkata: ” Jangan berzinah, mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala
23 Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu.

Saya jadi inget akan sikap seseorang yang saya perhatikan aktif dalam organisasi gereja, rajin beribadah, selalu menasihati teman-temannya untuk hidup benar tapi dia sendiri (menurut kacamata manusiawi saya) sikapnya sama sekali tidak mencerminkan seseorang yang baik dan cinta Tuhan.
Tiap ada kegiatan di sebuah organisasi gereja, dan ada masalah sedikit, emosinya langsung ke luar. Saya tidak suka akan seseorang yang munafik seperti itu. Pandai menasihati, tapi dirinya sendiri tidak pandai menasihati hatinya sendiri. Emosi menjadi alat ampuh yang dipakai olehnya untuk menyelesaikan masalah dalam organisasi gereja tersebut.
Semoga saja, ayat di atas, bisa menuntun saya untuk lebih baik dalam bersikap dan sikap saya tidak menjadi batu sandungan bagi siapapun. :)

Hal kedua yang saya baca pada pagi hari ini adalah:
“Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (1 Yohanes 4:16 )

Saat kita tinggal di dalam kasih Tuhan, maka kasih-Nya akan memampukan kita untuk mengasihi orang lain seperti yang Dia kehendaki.

Tuhan Yesus, ajarlah saya untuk mengasihi dan memberi dari kekurangan saya. Dengan begitu, saya merasa hidup saya lebih berharga, berenergi, berpengharapan, dan bersukacita di dalam kasih-Mu.

Jakarta, 13 Desember 2010
Tepat 1 tahun 7 bulan dia menyatakan cintanya kepada saya.
Rasa kasih saya juga akan saya dedikasikan kepada David Sanggam Christopher Lumbantobing. :)
Mampukan saya ya Tuhan untuk terus mengasihinya sama seperti ia mengasihi saya. :)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Cover “Buku”

Aku baru tau akan sesuatu hal. Sesuatu yang selama ini tidak aku ketahui. Suatu rahasia yang dimiliki oleh seseorang yang tidak terlalu aku kenal namun, menarik untuk aku kenal dan aku ketahui.

Berkali-kali aku mencari tahu siapa dia sebenarnya? Dan, seperti apakah dia? Hal² tersebut membuatku semakin penasaran untuk menemukan jawaban SEPERTI APAKAH DIA??

Dan, saat ini, ketika aku berhasil menembus batas atas sesuatu yang seharusnya tidak boleh atau bahkan tidak dapat aku lihat, aku berhasil menembus batas itu. Batas yang seharusnya dilarang untuk dilakukan oleh seseorang yang mengerti betul akan etika. Ah, tapi apa itu etika? Aku ga peduli. Yang penting, aku tau, siapa dia sebenarnya dan seperti apakah dia??

Semakin dia menyentuh sebagian hal² kecil dalam hidupku, semakin membuatku penasaran akan keberadaannya.

Kelihatan bodoh memang jika kamu bisa melihat sikapku ini. Tapi aku penasaran. Dan rasa penasarn itu juga lah yang mendorong aku untuk menguak rahasia dalam hidup seseorang itu.

Aku pun kaget ketika tahu sikap asli dari seseorang itu. Seseorang yang ternyata aku anggap cuek, keras kepala, kasar, dan angkuh, ternyata memiliki kepribadian yang bertolak belakang dari apa yang aku pikirkan itu.
Aku jadi teringat akan cover buku usang yang aku anggap isinya pasti pemikiran² kuno yang sangat tidak menarik untuk dibaca. Seperti itu juga lah awalnya pemikiranku terhadap dirinya. Ternyata, di balik semua itu, dia menyimpan sisi lembut, romantis, kreatif, tapi tampak MENYEDIHKAN. Bisa kubilang menyedihkan karna tampaknya seseorang itu masih sedikit mengeluh akan masa lalunya tentang CINTA.

Cinta memang bisa membuat seseorang menjadi tampak menyedihkan.
Tapi, ntah kenapa, aku menemukan, saat ini, mulai ada semangat dari dirinya untuk menyatukan kembali kepingan² hati yang pernah hancur itu. Aku melihat semangatnya meski kadang ia tampak putus asa. Rasanya, aku ingin sekali mengenalnya dan dianggap sebagai salah 1 teman olehnya. Tapi sayang, dia sudah menganggapku sebagai musuh, saingan, peretak kepingan, atau mungkin bahkan NIGHTMARE dalam hidupnya.

Ingin rasanya aku tutup rasa penasaranku sampai saat ini saja. Tapi, susah rasanya untuk menutup pintu yang masih terbuka ini.

-SachikoPanggabean-

Posted with WordPress for BlackBerry.

Romantisme Dalam Suatu Hubungan

Gw rasa memperhatikan itu adalah hal yang sangat wajar dilakukan oleh seseorang yang mendapatkan tempat duduk di bus kota, di saat orang-orang yang lainnya berdiri berdesak-desakan.
Hal ini yang gw alami sekarang. Di pinggir dalam bus kota, deket jendela, sambil menghirup berbagai macam bau-bauan dan asap dari kendaraan bermotor, bakat ‘autis’ gw mulai muncul. ‎​ټ. Ambil  вιaсĸвεггч™ and then ketak ketik di wordpress ini. :D

Sebenernya ada satu alesan kenapa gw begitu inget untuk menulis blog di dalam bus kota yang super duper pengep banget ini. Pandangan gw tiba-tiba menyusup (°°•.ªªKªKªKªªKªKªK.•°) ke sepasang cowo dan cewe yang udah 2x gw lihat di nomor bus kota yang sama. Hmmm, ada 1 ciri khas yang gw perhatikan dari mereka. Mereka biasa memakai baju berwarna hitam dan berdiri sambil bermesraan. (Whaaatt??) Nggak maluuuu apa di bus kota mesra-mesraan. (tampaknya si Margareth ini agak ngiri-red) ‎​ټ kagak lah Ϋªª .

Tiba-tiba, gw keingetan kejadian kemarin malam saat makan malam bersama dengan si Abang. :D
Semua orang duduk berpasangan dengan pacarnya masing2 sambil ngobrol dengan akrabnya. Sementara gw sama si Abang?? ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ. Malah asiiiik menonton TV sambil makan dengan lahapnya. °ĉќ…°ĉќ…°ĉќ…
Emang sih sekali-sekali ngobrol juga. Tapi, kayaknya nggak seintensif pasangan-pasangan yang lain itu. Fyuh
Tiba-tiba, tanpa tau maluuu, gw protes sama si Abang. °ĉќ…°ĉќ…°ĉќ…
Abang malah sedih. °ĉќ…°ĉќ…°ĉќ… lagi.
Akhirnya, dia angkat bicara.
Intinya, nggak usah lha pacaran bergaya romantis di tempat umum. Hal-hal kecil yang tanpa ditunjukkan di tempat umum justru malah lebiih romantis. (begitu katanya si Abang Ytc.)
Hmmm, ≈iЎªãª≈ juga sih. Tapi, yasudah lha. Tiap orang pasangan pasti punya ciri khasnya masing-masing dalam menjalin suatu hubungan.
Yaaah, semoga saja gw bisa lebih bersikap dewasa dalam hubungan ini. :D

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.