Saya kadang berpikir mengapa banyak orang yang hanya mengandalkan gosip untuk mencari fakta dari suatu masalah?
Semakin saya berpikir, kadang saya juga hanyut dalam lautan gosip tersebut. Ikut tenggelam merasakan asiknya menggosipkan orang-orang yang belum tentu saya benar-benar kenal.
Namun, saya menjadi marah ketika topik bahasan topik tersebut berubah menjadi “SAYA”. Ya, saya tidak suka digosipkan. Setiap orang jika punya pilihan pasti memilih untuk tidak digosipkan melainkan menggosipkan. Ah, saya sering berpikir, sangat payah orang-orang yang berpikir tentang hal tersebut. Sekali lagi, hukum tabur tuai akan selalu berlaku dalam kehidupan ini. Jadi, kalau mereka memilih untuk menggosipkan seseorang, mereka juga harus siap untuk digosipkan. Dan saya mungkin saja termasuk ke dalam golongan orang-orang yang payah itu. Tapi untungnya, itu hanya sesekali saja.
Dari dulu, saya tidak suka ikut berkumpul dalam golongan orang-orang payah itu. Memang, sesekali saya ikut dalam komunitas gossipper di perkumpulan kutub selatan. Tapi, saya cenderung untuk mencari suatu kebenaran bukan hanya dari gosip se-mata, dua mata, tiga mata, atau seratus mata. Saya juga mencari kebenaran dari si Kutub Utara, yakni korban yang menjadi sasaran anggota Kutub Selatan itu.
Kadang, gosip tersebut ada yang benarnya juga dan membuat saya manggut-manggut sambil tersenyum aneh “Kok bisa begitu??”
Kenyataan yang bisa melenceng 180 derajat tanpa bujur dari pemikiran pribadi. Suatu yang tidak dapat ditepis dari dunia nyata melainkan harus merasuk masuk ke dalam dunia angan-angan. Ya, kadang gosip tersebut ikut meracuni pikiran orang-orang waras yang hidup di dunia nyata. Seperti suatu cerita tentang air sungai yang apabila airnya diminum maka bisa membuat siapapun yang meminumnya menjadi gila. Orang yang waras yang tidak meminumnya akan disangka oleh orang-orang gila tersebut aneh. Hmmmmm
Ya, begitulah hidup. Jadi, siapa yang bisa bertahan hidup untuk tetap idealis terhadap pandangan hidup mereka sendiri dan tidak ikut berbaur dengan ajaran-ajaran tidak waras dari orang-orang Kutub Selatan itu??
Jakarta, 24 Januari 2012
*Ketika saya duduk di dunia nyata memikirkan angan-angan





